16+ Negara yang Pernah Pindah Ibukota & Alasannya, Termasuk Indonesia

16+ Negara yang Pernah Pindah Ibukota & Alasannya, Termasuk Indonesia

Negara yang pernah pindah ibukota – Indonesia akhirnya memutuskan untuk memindahkan ibukota dari kota Jakarta ke kota di Kalimantan. Keputusan ini mulai disahkan sejak tahun 2019 ini. Faktanya juga ada negara-negara lain yang juga pernah melakukan pemindahan ibukota, mulai dari Amerika Serikat, India, Brasil, hingga Myanmar.

Wacana pemindahan ibukota dari Jakarta sebenarnya sudah lama dicetuskan, namun tidak pernah direalisasikan. Di masa lalu, ibukota Indonesia juga pernah pindah untuk sementara di Jogjakarta dan Bukittinggi karena situasi darurat.

Kini ibukota Indonesia akan dipindahkan ke kota di Kalimantan. Hal ini karena Jakarta sudah dianggap terlalu padat dan macet. Sudah banyak gedung pencakar langit di Jakarta. Belum lagi penduduk Jakarta terus bertambah tiap tahunnya sehingga tidak mampu lagi menampung warga baru.

Kota di Kalimantan dipilih karena luasnya yang cukup besar, serta masih relatif sepi sehingga pembangunan infrastruktur bisa dilakukan. Selain itu Kalimantan dianggap aman terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, belum lagi letaknya yang berada di tengah dan cukup strategis.

Sebelum Indonesia, sudah ada beberapa negara yang pernah melakukan pemindahan ibukota. Tentu latar belakang dan alasan pemindahan ibukota negara-negara lain ini bervariasi dan berbeda-beda, bisa alasan teknis, politis, atau ekonomis.

(baca juga ciri-ciri negara berkembang)

negara yang pindah ibukota

Contoh Negara yang Pindah Ibukota

Berikut ini akan dibahas mengenai negara yang pernah pindah ibukota di seluruh dunia dari dulu sampai sekarang beserta keterangan alasan dan latar belakangnya.

Amerika Serikat (New York ke Washington)

Amerika Serikat awalnya beribukota di New York. Namun kemudian pada tahun 1800, ibukota Amerika dipindah ke Washington. Alasannya adalah sebagai bagian dari kompromo politik antara menteri keuangan Hamilton dan senator Madison saat itu.

Apalagi kondisi ekonomi Amerika sedang buruk karena banyak dilanda utang. Akibatnya Hamilton bernegosiasi dengan Madison, sebagai imbal balik pembayaran utang, maka ibukota dipindah sementara ke Philadelphia sebelum akhirnya dipindah ke Washington DC sampai sekarang.

Finlandia (dari Turku ke Helsinki)

Saat ini ibukota Finlandia ada di Helsinki. Sebelumnya Finlandia pernah beribukota di Turku. Pemindahan ibukota dikarenakan kota Turku dianggap terlalu bersekutu dengan Swedia. Pada akhirnya Raja Alexander I yang memimpin Finlandia saat itu memutuskan pemindahan ibukota.

Pemindahan ibukota dilakukan pada tahun 1812. Seluruh lembaga pemerintahan pun ikut dipindahkan setelah kebakaran hebat yang melanda kota tua ini. Meski sudah dipindah, Turku masih menjadi kota terbesar di Finlandia hingga 1840.

Jepang (dari Kyoto ke Tokyo)

Ibukota Jepang dulunya ada di Kyoto. Hal ini bertahan sampai pertengahan abad ke-19 saat keluarga kekaisaran berpindah ke Edo atau Tokyo. Perpindahan ibukota ini pun didukung oleh orang-orang penting saat itu karena aspek ekonomi dan perdagangan yang lebih mengutungkan.

Selain itu alasan pemindahan pusat pemerintahan adalah karena Kyoto dianggap terlalu terisolasi dari dunia luar sehingga terkesan jalan di tempat. Sebaliknya Edo (atau Tokyo) dianggap lebih modern dan perekonomian bisa berjalan dinamis.

India (dari Kolkata ke New Delhi)

Pemindahan ibukota juga pernah terjadi di negara India pada tahun 1912. Awalnya ibukota India ada di Kolkata. Namun kemudian ibukotanya dipindah ke New Delhi. Alasannya karena lokasi Kolkata berada di selatan India dan tidak terlalu strategis sebagai pusat pemerintahan.

Sementara New Delhi letaknya agak sebelah utara dan lokasinya cukup strategis karena berada di tengah-tengah wilayah India. Pemindahan ibukota dari Kolkata ke New Delhi pun dinilai berjalan lancar dan menjadi keputusan yang tepat.

Australia (dari Melbourne ke Canberra)

Australia dulunya sempat beribukota di kota Melbourne. Namun kondisi ini hanya bertahan sampai tahun 1911. Pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibukota ke kota baru dengan mengadakan sayembara nasional untuk memilih ibukota baru.

Syaratnya ibukota baru harus memiliki taman kota yang besar. Pada akhirnya kota Canberra pun terpilih sebagai pemenang sayembara dan dipilih sebagai ibukota Australia yang baru. Kondisi ini pun tetap bertahan sampai sekarang.

Brasil (dari Rio de Janeiro ke Brasilia)

Brasil jadi contoh negara yang memindahkan ibukotanya. Awalnya Rio de Janeiro adalah ibukota Brasil. Namun karena kota itu dirasa terlalu padat, maka pemerintahan Brasil memutuskan rencana untuk memindahkan ibukota ke kota yang baru akan dibangun.

Pemindahan ini terjadi pada tahun 1960. Kota baru yang diberi nama Brasilia ini menghadirkan konsep kota modern sebagai pusat pemerintahan dan pusat perekonomian nasional. Pemindahan ibukota ini tidak berjalan lancar karena menghabiskan biaya yang sangat besar.

Tanzania (dari Dar es Salaam ke Dodoma)

Tanzania merupakan salah satu negara di benua Afrika. Ibukota Tanzania awalnya berada di Dar es Salaam, sebelum dipindah ke kota Dodoma. Pemindahan ibukota Tanzania terjadi pada tahun 1961 dan memakan waktu selama 10 tahun.

Alasan ibukota dipindahkan ke Dodoma karena letaknya yang strategis. Meski begitu pemindahan ibukota ini tidak sepenuhnya selesai. Secara resmi ibukota memang telah pindah, namun banyak pegawai dan kantor pemerintahan yang masih ada di ibukota lama sampai sekarang.

Pakistan (dari Karachi ke Islamabad)

Pakistan pernah memindahkan ibukotanya dari kota Karachi ke ibukota sekarang, Islamabad. Pemindahan ibu kota ini didasari alasan bahwa Karachi, yang dulu pernah menjadi pusat perdagangan di sungai Indus, sudah tak layak lagi sebagai ibu kota.

Islamabad dipilih sebagai ibukota baru karena kondisi geografis yang strategis dibanding kota-kota lainnya. Pemindahan ibukota Pakistan memakan waktu beberapa tahun untuk membangun infrastruktur di ibukota baru dan selesai tahun 1967.

Belize (dari Belize City ke Belmopan)

Belize adalah salah satu negara di Amerika Utara. Ibukota mereka awalnya ada di Belize City. Namun setelah terjadi badai besar Hattie dan menghancurkan sebagian besar bangunan di Belize City, pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibukota.

Kota Belmopan dipilih sebagai ibukota baru karena relatif aman dari bencana. Sebelumnya kota ini memang jadi kota terpadat kedua di Belize setelah Belize City. Belmopan juga dipilih karena lahannya yang luas dan tidak perlu reklamasi lahan.

Sri Lanka (dari Colombo ke Sri Jayawardenepura Kotte)

Colombo merupakan ibukota Sri Lanka yang lama. Namun sejak tahun 1982, ibukota Sri Lanka telah berpindah ke kota Sri Jayawardenepura Kotte. Pemindahan ibukota dikarenakan Colombo dianggap sudah terlalu padat dan penuh serta tidak mampu menampung kantor pemerintahan.

Kota Sri Jayawardenepura Kotte, atau yang sering disebut Kotte saja, kemudian dipilih sebagai ibukota legislatif negara Sri Lanka yang baru. Di Kotte, pembangunan dilakukan tak hanya untuk perkantoran tapi juga rumah bagi pegawai pemerintahan.

Pantai Gading (dari Abidjan ke Yamoussoukro)

Pantai Gading atau Ivory COast merupakan alah satu negara Afrika. Pada tahun 1983, pemerintahan Pantai Gading memutuskan untuk memindahkan ibukotanya dari kota Abidjan ke kota Yamoussoukro. Alasannya karena padatnya penduduk di kota Abidjan.

Sementara kota Yamoussoukro dipilih karena lokasi yang strategis dan lahan yang masih belum banyak terjamah. Meski telah dipindah, hingga kini Abidjan masih menjadi salah satu pusat pemerintahan dan politik di negara Pantai Gading.

Nigeria (dari Lagos ke Abuja)

Nigeria juga termasuk contoh negara yang pernah memindahkan ibukota mereka. Ibukota negara pertama dari Nigeria adalah Lagos. Namun, di tahun 1980-an, pemerintah memutuskan untuk membangun kota baru yang dirancang menggantikan Lagos sebagai ibukota.

Kota ini bernama Abuja. Sejumlah instansi pemerintahan dibangun di kota ini. Abuja diresmikan sebagai ibukota Nigeria yang baru menggantikan Lago pada tahun 1991. Alasan pemilihan Abuja adalah karena lokasi yang strategis dan iklim yang bagus.

Kazakhstan (dari Almaty ke Astana)

Kazakhstan juga menjadi negara yang pernah memindahkan ibukotanya. Hingga tahun 1997, Almaty menjadi ibukota negara Kazakhstan. Namun kemudian pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibukota dari Almaty ke Astana.

Alasannya karena Almaty memiliki luas yang sempit dan rawan gempa. Hal ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan keputusan pemindahan ibukota pada tahun 1997. Pemindahan ibukota pun berjalan lancar dan mulus serta cukup sukses.

Malaysia (dari Kuala Lumpur ke Putrajaya)

Ibukota Malaysia memang masih ada di Kuala Lumpur, namun pemerintah membaginya dengan Putrajaya. Kota Putrajaya menjadi pusat adminisrasi dan pemerintahan di Malaysia. Alasan dilakukannya hal ini adalah karena Kuala Lumpur sudah terlalu padat dan macet.

Akhirnya pada tahun 1999, pemerintah memutuskan memindahkan pusat pemerintahan nasional ke Putrajaya yang berada di selatan Kuala Lumpur. Meski demikian, pemindahan ini tak berjalan mulus dan pusat perekonomian Malaysia faktanya masih berada di Kuala Lumpur.

Myanmar (dari Yangon ke Naypidaw)

Myanmar pernah memindahkan ibukotanya dari Yangon ke kota Naypidaw. Pemindahan ibukota dilakukan oleh rezim militer Myanmar pada tahun 2005. Pengumuman nama Naypidaw dilakukan pada tahun 2006 bertepatan dengan ulang tahun angkatan bersenjata Myanmar.

Meski begitu faktanya pemindahan ibukota Myanmar ini dirasa kurang berjalan mulus. Pembangunan memang gencar dilakukan oleh pemerintah di kota Naypidaw ini, namun faktanya kota ini masih relatif sepi dan perekonomiannya jalan di tempat.

Indonesia (dari Jakarta ke kota di Kalimantan)

Indonesia menjadi negara yang akan memindahkan ibukotanya dari kota Jakarta ke kota di pulau Kalimantan. Keputusan ini ditetapkan oleh pemerintah mulai tahun 2019, meski wacana pemindahan ibukota sudah dilakukan sejak era pemerintahan sebelumnya.

Alasan pemindahan ibukota adalah karena Jakarta sudah dianggap terlalu macet, padat, polusi, dan masalah-masalah lainnya. Kota di Kalimantan dipilih karena wilayah yang luas, kondisi yang belum ramai, sert aman terhadap bencana gempa.

Nah itulah contoh negara-negara yang pernah memindahkan ibukotanya. Seringkali alasan pemindaan ibukota didasarkan pada aspek teknis atua bisa juga aspek politis. Indonesia pun menjadi negara terakhir yang pindah ibukota dan bergabung dalam list tersebut.

Tinggalkan komentar